WAFATNYA SYAIKH SYU’AIB AL-ARNAUTH, PAKAR HADITS

3.8
(4)

 

MENINGGALNYA SYAIKH AL-MUHAQQIQ SYUA’IB AL-ARNAUTH, 27 MUHARRAH 1438 H (2016 M)

Syaikh Syu’aib Al-Arnauth adalah salah satu ulama’ yang mengabdikan dirinya kepada sunnah kenabian untuk penelitian, pembelajaran, dan sebagai pengajaran untuk penuntut ilmu. Dan beliau adalah pemilik tahqiqat al muharrarah yang tersebar luas ke penjuru dunia islam.

Ilmu yang sangat agung dari pengetahuan tentang ilmu tahqiq dan takhrij untuk membangun pokok pondasi sunnah nabawiyah yang mulia. Beliau menghabiskan hidupnya diantara kitab-kitab dan manuskrip serta beliau menghadirkan kitab-kitab yang bermanfaat untuk umat dan semakin bertambah manfaatnya dengan beliau meneliti kitab-kitab tersebut.

Beliau mengabdikan dirinya kepada kitab-kitab turats (warisan) Arab dan Islam, oleh karena itu beliau menghabiskan umurnya untuk menggali, meneliti, mencocokkan, dan mengoreksi agar dapat menghadirkan kepada kita turats (warisan) yang jumlahnya lebih dari 200 jilid.

KELAHIRAN DAN KEHIDUPAN SYAIKH SYU’AIB

Syaikh Abu Usamah Syu’aib bin Muharram bin ‘Ali Al-Albani Al-Arnauth lahir pada tahun 1928 M di ibukota Suriah, Damaskus, dan beliau berasal dari keluarga Albania yang berpindah ke Damaskus tahun 1926. Ayah beliau adalah seorang ahli ilmu.

Kalimat “Al-Arnauth” merupakan nama yang diberikan oleh bangsa Turki kepada semua penduduk Albania (Balkan) yang terletak di laut adriatik. Karena perluasan negara Ottoman di negara-negara Arab dan Afrika Utara, banyak orang dari kebangsaan ini (seperti Circassians, Basniaks, dan Abazites) yang  berpindah ke bagian-bagian negara Ottoman yang lain, dan mereka menetap serta bergabung dengan para penduduk di sana. Beberapa dari mereka masih mempertahankan nama belakang Al-Arnauth, oleh karenanya kita dapat menemukan nama tersebut di Suriah, Lebanon, Palestina, Irak, Yordania, Mesir, Tunisia, Aljazair, dan Libya.

PENDIDIKAN SYAIKH SYU’AIB

Syaikh Syu’aib belajar bahasa arab sejak usia dini, beliau juga belajar prinsip-prinsip dasar islam, dan juga hafal banyak juz dari al quran. Selama sekitar sepuluh tahun beliau senantiasa mengujungi masjid dan sekolah di Damaskus untuk mempelajari bahasa dalam berbagai macam ilmunya seperti: nahwu, sorof, adab, dan balaghah.

Syaikh Syu’aib adalah seorang murid dalam bidang ilmu arab dari guru dan ulama’ senior di Damaskus pada saat itu, guru beliau termasuk Syaikh Shalih Al-Farfour dan Syaikh Arif Al-Duji yang mana mereka adalah murid dari seorang ‘Allamah Syam pada masanya, yaitu Syaikh Badruddin Al-Hasani. Dia membacakan kepada mereka berdua karangan-karangan yang paling terkenal dalam bidang bahasa dan balaghah arab,  seperti: Syarh Ibn Aqil, “Kafiyyah” Ibn al-Hajib, “Al-Mufassal” oleh Al-Zamakhshari, “Asrar Al-Balaghah” dan “Dalail Al-I’jaz” karya Abdul Qahir Al-Jarjani.

Dan setelah belajar bahasa arab, Syaikh Syu’aib beralih ke belajar fiqih khususnya yang berkaitan dengan madzhab hanafi. Disamping itu juga belajar tafsir al quran al karim, hadits, dan kitab-kitab akhlak. Beliau menghabiskan waktu untuk belajar fiqih selama tujuh tahun, dan pada saat itu umurnya telah mencapai 30 tahun.

PEKERJAAN SYAIKH SYU’AIB

Beliau mulai mengajar bahasa arab tahun 1955, akan tetapi beliau meninggalkan profesi tersebut untuk mengabdikan dirinya bekerja dalam penyelidikan turats (warisan) Arab-Islam, karena beliau melihat tersebarnya ketidaktahuan dalam mengetahui kebenaran hadits itu dari orang-orang yang tidak mampu, dan ini membuatnya sadar akan pentingnya mengkhususkan diri pada ilmu sunnah, untuk dapat meneliti kitab-kitab sunnah. Maka  beliau memutuskan untuk melakukan tugas yang penting serta sulit ini, jadi beliau meninggalkan profesinya sebagai pengajar bahasa Arab untuk hal itu, dan mengabdikan dirinya untuk bekerja dalam penelitian warisan Arab-Islam.

PERMULAAN DI DAMASKUS

Permulaannya adalah di maktabah islamiy di Damaskus pada tahun 1958. Beliau memimpin departemen investigasi dan koreksi selama 20 tahun, yang mana beliau meneliti dan mengawasi penelitian lebih dari 70 buku turast (waisan) terpenting dalam berbagai ilmu pengetahuan.

Di sana beliau menerbitkan berbagai buku hanbali seperti: buku Ibn Muflih “Al-Mubdi’u” dalam bidang fiqih perbandingan sebanyak sepuluh jilid, dan buku “ Zad Al-Muyassar fi ‘Ilmi At-Tafsir” karya Ibn Al-Jauzi sebanyak sembilan jilid, dan buku “Al-Misykah Al-Mashabih” karya Al-Khatib At-Tabriziy seorang ahli hadits dan bukan ahli bahasa yang terkenal, buku “Al-Manazil wa Ad-Diyar” kaya Usamah bin munqadz, dan karya-karya lainnya sebelum akhirnya beliau meninggalkan maktabah islamiy pada tahun 1977 M.

Kemudian beliau bergabung dengan yayasan Ar-Risalah di Damaskus. Buku “Zad Al-Mu’ad” karya Ibn Qayyim merupakan buku pertama yang yayasan angkat untuk diterbitkan. Maka terbitlah buku tersebut sebanyak lima jilid. Buku itu diterima dengan puas oleh pembaca, hal inilah yang membuat yayasan ini disenangi oleh masyarakat sampai saat ini. Para pembaca sangat menerima karya ini dan merasa sangat banyak mendapatkan manfaat dari para peneliti. Yayasan yang baru itupun memberikan tanda penghormatannya kepada Syaikh Syu’aib dengan mempercayakannya agar memilih apa yang dianggapnya tepat untuk diterbitkan. Buku “Siyaru A’alami An-nubala” karya Imam Al-Hafidz Adz-Dzahabi adalah buku kedua yang Syaikh Al-Arnauth teliti. Beliau memilih sekelompok orang-orang cerdas untuk membantunya dalam mengerjakan penelitian ini, hingga terbitlah buku sebanyak 25 jilid. Dalam penerbitan buku ini, ada upaya ilmiah dalam penelitian, kriteria kelulusan, dan klarifikasi tujuan teks yang sesuai dengan ketentuan Syaikh berdasarkan kemampuannya.

KE OMAN

Namun karena banyak keadaan yang mengelilingi Syaikh dan lembaga tersebut, menghaaruskan mereka untuk berpindah dari Damaskus, Syam ke Oman Balqa pada tahun 1982 M. Dilanjutkanlah penelitiannya terhadap buku “Siyaru A’alami An-nubala”, dan pada waktu yang sama juga beliau telah memulai meneliti buku “Al-Ihsan fi Taqrib Shahih Ibn Hibban” dan diterbitkan dalam 18 jilid. Dalam penyelidikan yang luar biasa ini membuktikan kedudukan ilmiah Syaikh Syu’aib yang langka.

Di Oman, buku “Syarh Musykil Al-Atsar” karya Imam Thahawi adalah buku pertama yang dipilih. Ini adalah buku yang tak tertandingi pembahasannya dalam pembukuan hadits, di dalamnya Imam Thahawi membahas segala persoalan keilmuan yang menjadi bahan kecurigaan pada masanya, khususnya pada tataran teks, serta Imam Thahawi begitu kreatif dalam mengarahkan teks dan menyuntingnya dengan baik dalam batas-batas persoalan pada masanya. Buku itu diterbitkan sebanyak16 jilid.

Pada tahun 1411 H bertepatan dengan 1991 M, tekad Syaikh Syu’aib begitu kuat untuk meneliti kitab hadits yang begitu luar biasa, yaitu “Musnad Al-Imam Ahmad”. Beliau meneliti secara terus menerus selama 10 tahun hingga akhirnya menerbitkan sebanyak 50 jilid.

Syaikh Syu’aib menggunakan metode khusus dalam penelitiannya yang digambarkan sebagai penelitian yang seimbang, dan menerapkannya dalam sebagian besar buku yang telah diteliti. Menurut metodenya, karya yang dihasilkannya tidak sebatas teks yang benar sesuai dengan yang ditulis penulis saja, tetapi lebih dari itu, yaitu juga untuk menelusuri ide-ide yang dikemukakan penulis, membenarkan perkataan penulis, dan menjelaskan yang benar dari perkataannya tersebut.

JEJAKNYA DALAM PENELITIAN

Apa yang dicapai dan diteliti oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mencapai lebih dari 240 jilid, mencakup kitab-kitab sunnah nabawiyyah, fiqih, tafsir al quran, terjemahan, aqidah, mushtalahul hadits, sastra, dan sebagainya.

Adapun yang paling penting dan menonjol dari karya-karya ini adalah:

  1. Diterbitkan oleh Maktabah Al-Islamiy:
  2. Syarh As-Sunnah karya Imam Baghawi, 16 jilid
  3. Raudhatut Thalibin karya Imam Nawawi, penelitian ini bersama dengan Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth, 12 jilid
  4. Muhaddzab Al-Aghani karya Ibnu Mandzur, 12 jilid
  5. Al-Mubdi’u fi Syarhi Al-Muqni’ karya Ibnu Muflih Al-Hanbali, 10 jilid
  6. Zad Al-Muyassar fi ‘Ilmi At-Tafsir karya Ibn Al-Jauzi, penelitian ini bersama dengan Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth, 9 jilid
  7. Mathalib Ulin Nuha fi Syarhi Ghayatul Muntaha karya Imam Rahibani, penelitian ini bersama dengan Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth, 6 jilid
  8. Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Al-Mubajjal Ahmad ibn Hanbal karya Ibn Qudamah, penelitian ini bersama dengan Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth, 3 jilid
  9. Manar As-Sabil fi Syarhi Ad-Dalil karya Ibn Dawyan, 2 jilid
  10. Al-Manzil wa Ad-Diyar karya Usamah bin Munqadz, 2 jilid
  11. Musnad Abi Bakr karya Al-Marwazi, 1 jilid
  12. Diterbitkan oleh Yayasan Ar-Risalah
  13. Siyaru A’lami An-Nubala’ karya Adz-Dzahabi, 25 jilid
  14. Al-Ihsan fi Taqrib Shahih Ibn Hibban penyusun Al-Amir Ala’uddin Al-Farisi, 18 jilid
  15. Sunan An-Nasai Al-Kubra, penelitian ini bersama dengan Hasan Syalabi, 12 jilid
  16. Al-‘Awashim wa Al-Qawashim fi Adz-Dzabbi ‘an Sunnati Abi Al-Qasim karya Ibn Al-Wazir, 9 jilid
  17. Sunan At-Tirmidzi, 6 jilid
  18. Sunan Ad-Daruqutni bersama dengan Hasan Syalabi, 5 jilid
  19. Zad Al-Ma’ad fi Hadi Khoir Al-‘Ibad karya Ibn Qayyim, penelitian ini bersama dengan Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth, 5 jilid
  20. Tarikh Al-Islam karya Adz-Dzahabi, besama dengan Dr. Basyar Awwad Ma’ruf, menerbitkan dalam 4 jilid
  21. At-Ta’liq Al-Majjad Syarh Muwatta’ Muhammad karya Abu Hassanat Al-Laknawi, 4 jilid
  22. Musnad Al-Imam Ahmad, diterbitkan dalam 50 jilid
  23. Al-Adab Asy-Syar’iyyah wa Al-Minah Al-Mar’iyyah karya Ibn Muflih Al-Hanbaly, bersama dengan Umar Hasan Al-Qayyam, 4 jilid
  24. Thabaqat Al-Qurra’ karya Adz-Dzahabi, penelitian ini besama dengan Dr. Basyar Ma’ruf, 2 jilid
  25. Mawarid Adz-Dzam’an bi Zawaid Shahih Ibn Hibban karya Al-Haitsimi, penelitian ini bersama dengan Ridwan Irqsusi, 2 jilid
  26. Syarh Aqidah Thahawiyyah karya Ibn Abi Al-Izz, penelitian ini bersama dengan Dr. Abdullah At-Turkiy, 2 jilid
  27. Riyadhusshalihin karya An-Nawawi, 1 jilid
  28. Al-Marasil karya Abu Dawud, 1 jilid

WAFATNYA SYAIKH SYU’AIB

Syaikh Syuaib meninggal pada malam jumat, 27 Muharram 1438 H, tepatnya 27 Oktober 2016 di ibukota Yordania, Oman. Umur beliau 88 tahun.

Semoga Allah merahmati beliau dan memperindah makamnya, serta menjadikan surga sebagai tempat peristirahatannya.

Klik pada bintang untuk memberikan penilaian

Rating rata-rata 3.8 / 5. Jumlah suara: 4

Apabila anda menganggap artikel ini bermanfaat...

Ikuti kami di media sosial!

Kami mohon maaf apabila artikel ini tidak bermanfaat untuk anda!

Bantu kami meningkatkan mutu artikel!

Berikan masukan anda untuk perbaikan artikel ini!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *