Ketentuan Qadla, Kaffarah dan Fidyah dalam Puasa

5
(1)

Qadla

  • Seorang yang tidak berpuasa di bulan Ramadlan karena udzur (alasan) syar’i; seperti musafir, orang yang sakit, wanita haid, nifas atau semisalnya, diwajibkan untuk mengqadla puasa sejumlah hari yang ditinggalkannya. Dia juga dianjurkan untuk menyegerakan pelaksanaan qadla tersebut untuk menunaikan tanggungjawabnya, serta dalam rangka bersegera dalam kebaikan, sebagaimana firman Allah :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu” [1]QS. Ali Imran : 133

Namun dia tidak berdosa apabila mengakhirkan qadla puasanya selama dia berniat untuk melakukannya, karena qadla puasa Ramadlan tidak harus dilakukan seketika, tapi memiliki waktu yang longgar. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Aisyah radliyallahu anha:

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ

“Apabila aku mempunyai tanggungan puasa Ramadlan, aku sering tidak bisa mengqadlanya kecuali di bulan Sya’ban.”[2]HR Bukhari (1950) dan Muslim (3/154)

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan : “Hadits ini menunjukkan bolehnya mengkahirkan qadla puasa Ramadlan tanpa syarat, baik karena udzur maupun tidak.”[3]Ini merupakan madzhab Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah dan Ahmad, serta jumhur ulama salaf maupun khalaf; bahwa qadla puasa Ramadlan boleh dilakukan secara longgar, tidak harus melakukannya … Continue reading

  • Qadla puasa Ramadlan boleh dilakukan secara berurutan maupun terpisah, sebagaimana firman Allah :

فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”[4]QS. Al Baqarah : 185

Dalam ayat tersebut, Allah membebaskan untuk melakukannya di hari manapun, tidak membatasi pada hari tertentu, sebagaimana juga tidak mensyaratkan harus berurutan. Puasa yang dilakukan secara qadla tersebut dihitung seperti apabila dia melakukannya di bulan Ramadlan. Dalam hal ini, tidak ada satupun hadits marfu’ yang menjelaskan tentang cara qadla dengan terpisah maupun berurutan, maka yang benar adalah dia dibolehkan melakukan dengan cara manapun. Ibnu Abbas radliyallahu anhu berkata berkenaan dengan qadla puasa Ramadlan “Berpuasalah sesuai yang kamu inginkan (kapanpun).”[5]Atsar shahih diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (9132) dan Daraquthni (2320) Adapun Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata “Kalau mau, dia bisa melakukannya dengan berurutan.”[6]Atsar shahih diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (9144)

  • Apabila dia mengakhirkan qadla puasa Ramadlan sampai datang bulan Ramadlan yang selanjutnya, maka dia berpuasa bulan Ramadlan yang datang tersebut terlebih dahulu, apabila sudah selesai baru dia mengqadla puasa yang menjadi tanggungannya. Dia tidak berkewajiban membayar fidyah baik dia mengakhirkan karena udzur maupun tidak, dan pendapat ini adalah pendapat yang rajih, karena tidak ada dalil shahih yang disebutkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, serta tidak ada dalil yang mewajibkan hal tersebut.[7]Ini adalah pendapat madzhab Hanafi, Hasan Bashri serta An Nakha’i. Pendapat ini juga disebutkan oleh Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, serta Ishaq (apabila sebab terlambatnya karena udzur), … Continue reading

Referensi

1 QS. Ali Imran : 133
2 HR Bukhari (1950) dan Muslim (3/154)
3 Ini merupakan madzhab Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah dan Ahmad, serta jumhur ulama salaf maupun khalaf; bahwa qadla puasa Ramadlan boleh dilakukan secara longgar, tidak harus melakukannya segera ketika mampu. Syarh Muslim An Nawawi (5/126) dan Fathul Bari.
4 QS. Al Baqarah : 185
5 Atsar shahih diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (9132) dan Daraquthni (2320)
6 Atsar shahih diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (9144)
7 Ini adalah pendapat madzhab Hanafi, Hasan Bashri serta An Nakha’i. Pendapat ini juga disebutkan oleh Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, serta Ishaq (apabila sebab terlambatnya karena udzur), tapi apabila dia terlambat mengqadla tanpa udzur,mereka berkata : dia mengqadla serta membayar fidyah sebanyak 1 mud makanan setiap hari yang ditinggalkan.

Klik pada bintang untuk memberikan penilaian

Rating rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Apabila anda menganggap artikel ini bermanfaat...

Ikuti kami di media sosial!

Kami mohon maaf apabila artikel ini tidak bermanfaat untuk anda!

Bantu kami meningkatkan mutu artikel!

Berikan masukan anda untuk perbaikan artikel ini!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *