Fakta Bumi Bulat dalam Islam

4.5
(30)

Hal yang mengejutkan adalah orang-orang yang menentang teori tersebut diperlakukan dengan penuh kebencian; lawan pemikiran tersebut akan menjadi sasaran siksaan dengan diikat di tiang atau dibakar hidup-hidup dengan tuduhan mengikuti ajaran sesat. Hal ini berlanjut, bahkan para ilmuwan Eropa hingga abad ketigabelas masehi menggambar peta dunia dalam bentuk salib, yang kepalanya berada di surga dan kedua kakinya di neraka. Kedua lengannya adalah Laut Putih dan Laut Merah, serta Yerusalem berada tepat di tengahnya.

Salah satu ilmuwan Eropa paling terkenal yang mengadopsi teori bola Bumi adalah “Nicolas Coprenicus” (1473 M – 1543 M), yang menyimpulkan bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta. Hanya saja dia tidak berani menyebarluaskan bukunya kecuali setelah ia sakit menjelang ajalnya. Buku Copernicus tersebut tetap menjadi buku yang dilarang, gereja menyiksa siapa pun yang mendukung kepercayaan Copernicus, seperti Bruno yang kemudian dibakar, dan Galileo yang dipenjara dan dipaksa untuk mengingkari teori Copernicus, melepaskan pandangannya, dan tunduk pada pemikiran gerejawi!

 

 

Bentuk Bumi Menurut Para Ulama

Meskipun bentuk bumi merupakan sebuah topik sains, namun kita akan melihat dari ulasan yang akan diuraikan dalam artikel ini, bahwa para ulama juga memberikan perhatian terhadap masalah ini. Mereka mengemukakan bahwa bumi adalah bulat, bahkan mereka membantah pihak yang menyatakan tentang datarnya bumi. hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang kita lihat sebelumnya tentang apa yang dialami oleh orang-orang Nasrani di Eropa, dimana para ilmuwan mereka harus berhadapan dengan otoritas pemerintah karena berani menyuarakan tentang bulatnya bumi. Disini kita bisa melihat perbedaan yang sangat jauh antara dua kutub:

  • Islam memupuk berkembangnya ilmu pengetahuan, serta mendorong para ilmuwan untuk menggalinya lebih jauh dengan logika, eksperimen, dan bukti-bukti ilmiah. Hingga Islam kemudian dapat membangun peradaban yang agung, yang dapat menghubungkan antara agama dan sains. Hal yang belum pernah didapati dalam sejarah agama-agama lain.
  • Di sisi lain, otoritas Gereja memasung kebebasan berpikir dan membunuh semangat untuk menelusuri ilmu pengetahuan. Ketika mereka lebih memilih untuk memeluk mitos, serta melakukan doktrin kepada para pemeluknya dengan paksa. Hal inilah yang mendasari Barat -sebagaimana yang kita lihat- sampai saat ini melakukan pengucilan terhadap Gereja dari semua aspek kehidupan.

 

Ibnu Hazm

Referensi

1 (QS. Az Zumar : 5)
2 Al Fashl fil Milal wal Ahwa` wan Nihal 2/78
3 QS. Ar Ra’d : 3
4 Mafatih al Ghaib
5 Islamstory

Klik pada bintang untuk memberikan penilaian

Rating rata-rata 4.5 / 5. Jumlah suara: 30

Apabila anda menganggap artikel ini bermanfaat...

Ikuti kami di media sosial!

Kami mohon maaf apabila artikel ini tidak bermanfaat untuk anda!

Bantu kami meningkatkan mutu artikel!

Berikan masukan anda untuk perbaikan artikel ini!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *