Netralitas.. Sebuah Neo-Kemunafikan

Netralitas merupakan sebuah wajah baru dari kemunafikan, karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang melakukan kemunafikan. Sikap netral hanya dilakukan oleh manusia, karena tidak ada makhluk yang bisa tanpa prinsip selain manusia. Bahkan hewan, tumbuhan, benda mati sekalipun menolak untuk tidak berprinsip! Ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dimasukkan dalam kobaran api, para hewan terbagi dalam dua sikap, …

Netralitas.. Sebuah Neo-Kemunafikan Selengkapnya »

Jauhi Kesedihan

Imam Ibnu qayyim berkata: “Kesedihan tidak terdapat di dalam al quran, kecuali pencegahan terhadapnya, seperti firman Allah (وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا )  atau pengingkaran seperti firman Allah (وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ)” Hal tersebut karena setan sangat suka membuat seorang mukmin bersedih, agar mematahkannya dari jalannya dan memberhentikannya dari perilakunya. Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam …

Jauhi Kesedihan Selengkapnya »

Hakikat Ujian Dunia

  Sesungguhnya kehidupan dunia adalah negeri ujian dan penuh dengan cobaan. Tidaklah seorang hamba hidup di dunia kecuali dia akan diuji dan nantinya akan kembali kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman ; لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى “Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi …

Hakikat Ujian Dunia Selengkapnya »

Ketentuan Qadla, Kaffarah dan Fidyah dalam Puasa

Qadla Seorang yang tidak berpuasa di bulan Ramadlan karena udzur (alasan) syar’i; seperti musafir, orang yang sakit, wanita haid, nifas atau semisalnya, diwajibkan untuk mengqadla puasa sejumlah hari yang ditinggalkannya. Dia juga dianjurkan untuk menyegerakan pelaksanaan qadla tersebut untuk menunaikan tanggungjawabnya, serta dalam rangka bersegera dalam kebaikan, sebagaimana firman Allah : وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ …

Ketentuan Qadla, Kaffarah dan Fidyah dalam Puasa Selengkapnya »

Sa’id bin Jubair rahimahullah

Takut kepada Allah adalah ketika rasa takut tersebut menghalangimu dari melanggar aturan-Nya,serta dzikir merupakan ketaatan kepada Allah. Maka barangsiapa yang mentaati-Nya berarti dia berdzikir kepada-Nya, dan barangsiapa yang tidak taat kepada-Nya maka dia bukanlah orang yang berdzikir meskipun banyak mengucapkan tasbih atau bacaan Al Quran.

Yahya bin Muadz rahimahullah

Surga diliputi dengan kesulitan yang engkau benci, dan neraka diliputi dengan kesenangan yang engkau cari. Tidak lain, engkau ibarat seorang yang sakit parah, jika bisa bersabar untuk meneguk pahitnya obat, dia akan mendapatkan kesembuhan, tapi apabila hanya keluhan yang dia ucapkan, maka deritanya akan memakan waktu yang makin lama.